Rabu, 12 Januari 2011

Menjawab Pertanyaan Kerja tentang "Gaji Yang Diminta"







Bagian yang paling merepotkan dalam proses wawancara kerja adalah menjawab pertanyaan tentang gaji yang diminta. Banyak orang merasa “serba salah”, menyebut angka yang terlalu rendah takut dianggap kualitas juga rendah, menyebut angka terlalu tinggi, khawatir perusahaan tidak mampu membayar sehingga menyebabkan yang bersangkutan tidak jadi diterima
Saran yang sering terdengar, sebutlah angka yang standar. Ini juga tak kalah ribetnya: yang standar itu seberapa? Belum lagi kesan yang muncul bahwa orang yang menjawab sesuai standar berarti tidak memahami keunggulan dirinya.
Bukan Tabu
Saat ini, negosiasi mengenai gaji tidak lagi dipandang tabu oleh sebagian besar perusahaan, namun Anda diharapkan mengumpulkan informasi dulu agar dapat bernegosiasi dengan baik. Lakukan survei terlebih dahulu, sampai sejauh yang bisa Anda lakukan.
Survei
Cek ke teman atau teman dari teman yang mempunyai pekerjaan sejenis di perusahaan yang sejenis. Apabila Anda tidak bisa memperoleh data yang diinginkan, carilah informasi mengenai gaji dari pekerjaan lain yang satu level dalam tingkatan korporasinya, tapi di perusahaan sejenis, atau pekerjaan sejenis di perusahaan yang berbeda jenis atau skala.
Tiga Faktor
Perlu diingat, pekerjaan sejenis di perusahaan sejenis juga belum tentu mewakili nilai (gaji) yang sama. Gaji ditentukan oleh 3 faktor: harga pekerjaannya, harga orang yang memegang jabatan atau pekerjaan tersebut, dan harga pasar. Cari tahu juga, apakah gaji tersebut merupakan harga pekerjaannya sendiri atau harga pemegang jabatannya.
Tentukan BATNA Anda
Apa itu? Best Alternative to a Negotiated Agreement. Caranya:
Pertama, cek diri sendiri, apakah Anda pindah karena gaji, karir, ketenangan kerja, stabilitas atau hal lain. Kalau Anda pindah bukan karena alasan gaji, maka gaji tidak perlu terlalu difokuskan dalam negosiasi, yang berarti permintaan bisa berkisar dari 0-10% dari gaji sekarang. Seandainya gaji menjadi faktor penting buat Anda dan menjadi motif Anda pindah kerja, maka Anda perlu kombinasi antara peningkatan 10%-25% dari gaji sekarang dengan hasil survei Anda. Seandainya hasil survei Anda menemukan bahwa standar di luar sana jauh lebih besar, katakanlah 50% dari gaji Anda, bukan berarti Anda bisa langsung mengajukan angka. Dan, hasil survei yang lebih bisa dipakai adalah harga pekerjaan, bukan harga pemegang jabatannya.
Persepsi Perusahaan
Kedua, ingat selalu: persepsi perusahaan mengenai tingkat kemampuan Anda antara lain ditentukan oleh seberapa tinggi gaji Anda sekarang. Jadi, mereka bisa saja melihat Anda sebagai seseorang yang sedang mencari “peruntungan” dengan meminta gaji lebih tinggi. Efektifnya adalah “win-win”: Anda bisa menentukan nilai tengah dari jangkauan 10%-50% (sekitar 30%-35%). Dan, inilah cara Anda menentukan BATNA: tentukan harga yang hendak Anda minta, tentukan bottom-line Anda apabila terjadi negosiasi, dan stick to it. Artinya, Anda bisa dengan percaya diri meminta, dan berani walk away apabila tidak sesuai dengan permitaan Anda.
Tips Lanjutan (1)
Jadi, “Berapa gaji yang Anda minta?” Rahasianya bukan pada angkanya, tapi kalimat yang membungkus permintaan Anda tersebut. Misalnya, “Saya akan sangat senang apabila memperoleh gaji Rp…, tapi Bapak/Ibu tentu sudah melihat CV saya dan mempunyai gambaran sendiri mengenai nilai yang bisa saya kontribusikan ke perusahaan ini, dan tentunya Bapak/Ibu yang tahu bagaimana kemampuan dan harapan saya bisa cocok dengan standar perusahaan ini, jadi saya akan sangat senang apabila bisa mendengar juga dari Bapak/Ibu, kira-kira berapa yang ditawarkan kepada saya.”
Tips Lanjutan (2)
Apabila pertanyaan tentang gaji ini muncul terlalu awal, ada baiknya Anda tidak langsung menjawab. Kalau ini terjadi, Anda justru mempunyai kesempatan lebih banyak untuk menunjukkan citra profesional Anda! Katakanlah, misalnya, “Apabila Bapak/Ibu tidak berkeberatan, saya ingin tahu lebih jauh dulu tentang peran dan tanggung jawab pekerjaan saya sebelum menjawab pertanyaan ini. Saya belum mendapat atau merasakan gambaran utuhnya.”
Kesimpulan
Jadi: lakukan survei, tentukan BATNA, bungkus permintaan Anda dengan citra yang baik, dan ungkapkan pada saat yang tepat!
Sumber : portalhr.com
Read More ->>

Minggu, 10 Oktober 2010

All About You

Everytime I remember you,,
everytime I need you,,
I always thinking about you,,
because I love you because I miss you,,

only you my love in this world,,
without you this world is empty,,
maybe my heart told your heart
that you are still the one that ever had and I love,,






from: Sri Purwaningsih
to : me
Read More ->>

Senin, 13 September 2010

Gimana ngertiin cewek???

I don’t understand this beast! Gitu kata seorang cowok dengan sadisnya, saking empetnya karena nggak pernah ngerti apa maunya sang pacar. Apa bener sih, cewek segitu susahnya dipahami?

Cewek itu mahluk yang paling susah dipahami, begitu kata banyak orang. Makanya kalo lagi pacaran, you don’t need to understand her; just love her! Lo nggak perlu ngerti apa maunya dia, yang penting lo bisa nunjukin kalo lo sayang ama dia.

Pendapat ini nggak seluruhnya bener. Memang kita bisa mengabaikan bahasa tarzannya dia, dan nyayangin dia sesimpel mungkin. Tapi boleh taruhan, pasti masih adaaaa… aja yang salah di mata cewek. Pasti kita dibilang nggak sensitif, man.

Sebenernya, kebuntuan dalam berkomunikasi ini awalnya karena cowok dan cewek tuh berbeda dalam memproses informasi yang masuk ke otak. Jalan pikiran mereka memang beda dari kita. Begitu juga persepsi, prioritas, dan tingkah lakunya.

Segala informasi itu lalu dicurahkan lewat uneg-uneg, karena cewek tuh berusaha membangun hubungan lewat pembicaraan. Dalam sehari, rata-rata cewek bisa bicara 20.000 kata (rata-rata cowok cuma 7.000 kata). Bayangin kalo kita mesti menerjemahkan langsung ribuan kata itu. Apa nggak berasep tuh kepala kita?

BAHASA NGGAK LANGSUNG

Hal pertama yang perlu kita ketahui, di dunia ini ada beragam jenis cewek. Ada tipe yang manja dan haus perhatian, ada yang cuek dan mandiri, ada yang badung dan percaya diri. Ribetnya lagi, ada pula yang paket kombinasi: dari luar lembut tapi dalemnya tricky banget! Wuaah….

Karena jenisnya yang beda-beda itu, lain-lain pula penanganannya. Elo mungkin pernah ngadepin problem sama tipe cewek manja, yang dalam buku-buku psikologi sering diceritakan lewat Strategi “Sepatu Biru atau Emas”.

Suatu ketika, cewek lo –sebut aja Ayu- minta pendapat tentang sepatu mana yang lebih cocok dipakai buat baju pestanya. Di mata elo, kedua sepatu itu sama aja keliatannya. Tapi ketika elo menjawab “sepatu yang biru”, Ayu merengut. Elo dibilang nggak fashionable, nggak suka pilihan dia, atau malah nggak peduli sama sekali.

Mendengar umpan balik kayak gitu, jelas elo jadi superduper dongkol. Kenapa mesti nanya, kalo semua jawaban dianggap nggak bener?

Saat itu, sebenernya Ayu sedang menggunakan bahasa yang cuma bisa dimengerti cewek: bahasa tidak langsung atau indirect speech. Ayu sebenernya udah mutusin mana sepatu yang mau dipakainya, dan nggak bermaksud minta pendapat. Yang dia pengenin adalah konfirmasi dari elo kalo dia keliatan cantik.

Indirect speech ini sebenernya isyarat tentang apa yang sebenarnya dia maui.

Tujuannya buat menghindari konflik, sehingga lo nggak kesel atau marah-marah sama dia. Tapi karena kita nggak cukup sensitif buat memahami bahasa nggak langsung itu, akibatnya fatal. Kita kan, langsung-langsung aja kalo mau nyampein sesuatu.

Tapi coba, kalo lain kali elo ditanya lagi sama Ayu. Elo bisa jawab dengan, “Kamu udah pilih yang mana?” Let’s say Ayu bilang yang emas, maka respons lo selanjutnya adalah, “Iya, menurut aku juga lebih bagus yang emas. Pasti pas banget sama bajunya.” Dijamin, hidung Ayu jadi kembang kempis dan makin sayang sama elo.

Nggak susah, kan? Cuma butuh sedikit kejelian dan cepat tanggap buat menguasai keadaan kayak gini. Inget sekali lagi, cewek tuh ngomong cuma buat sharing, bukan minta pendapat atau jalan keluar. See? Hasilnya malah menghemat tenaga dan pikiran.

AMATI GERAK-GERIKNYA

Cara lain untuk mengerti cewek adalah dengan mengamati gerak-geriknya, atau ngikutin gayanya dalam menghadapi masalah.

Misalnya gini, nih. Yang paling aman saat ngadepin cewek cuek atau cewek badung adalah dengan main tarik-ulur. Cewek cuek biasanya sebel kalo ditelponin terus, dicek mulu posisinya. Biarin aja kalo dia maunya begitu. Cukup sesekali aja kalo pengen tau keberadaannya. Nanti kalo dia lagi pengen diperhatiin, elo boleh jual mahal dikit.

Soal tarik-ulur, ini juga pinter-pinternya elo. Kelewat diulur, bisa-bisa cewek lo diembat orang. Dan ini yang perlu diwaspadai: cewek sekarang tuh udah jauh lebih pinter dan banyak akal ketimbang dulu. Mereka tau kalo punya gebetan lain itu sekarang bukan cuma hak milik cowok. Pasti kamu nggak nyangka kalo mereka ngeduain elo.

Saat cewek ngelirik cowok lain aja, lo pasti nggak nyadarin. Soalnya cewek punya jangkauan sudut pandangan yang lebih besar ketimbang cowok. Kalo diukur dari hidung, katanya sih bisa mencapai 45° ke arah kiri-kanan-atas-bawah, bahkan ada yang mencapai 180°. Makanya mata cewek bisa ngelaba tanpa perlu takut ketahuan. Sementara kalo cowok pasti dibilang jelalatan kalo kepergok lagi ngeliatin cewek lain (kecuali kalo lo terus terang bilang, “Eh, cantik ya tuh cewek?” Pacar lo pasti lebih bisa menerima).

Penelitian juga mengungkapkan kalo mata cewek ngeliat bodi cowok sama seringnya, bahkan lebih sering, ketimbang cowok ngeliatin bodi cewek. Tapi, dengan daya pandang yang jauh lebih superior, cewek jarang ketahuan. Sementara cowok kalo ngeliat sesuatu lebih terfokus sehingga gampang ketauan.

Kalo cewek lo mulai bertingkah, atau seperti cari-cari masalah sama elo, bisa dipastikan dia sebenernya sedang mencari jalan buat mutusin elo. Cewek selalu berusaha mencari cara yang halus buat nyampein sesuatu. Karena elo nggak bikin salah apa-apa, dia nggak tega buat bicara terus-terang. Itu pasti bakal nyakitin lo.

Soal cewek selingkuh, kita biasanya juga nggak bakalan bisa ngerti latar belakangnya. Elo pasti bingung kalo ada cewek yang punya pacar keren, pinter, dan baik, tapi masih main-main sama… anak band sih, tapi jelek, dekil, sekolahnya asal-asalan lagi. What the hell is she thinking?

Beda sama cowok, cewek tuh nggak kelewat mentingin penampilan dalam milih pacar. Buat mereka yang penting tuh, bawaan tuh cowok. Dalam pemikiran kita, kurang apa sih cowok yang keren dan pinter itu? Tapi cewek mungkin mencari sesuatu yang nggak didapat dari cowok yang pinter dan baik itu. Mungkin spontanitasnya, mungkin keliarannya, atau bahkan tengilnya?

Nggak semua cowok punya sisi liar kayak yang digilai cewek itu. Tapi elo juga nggak usah kuatir mati pasaran. Biar bagaimana, prinsip saling melengkapi itu tetep dibutuhin semua orang yang lagi pacaran. Elo yang lebih kalem atau dingin, pasti juga dibutuhin cewek-cewek dengan karakter yang bertolak belakang. Tenang aja.

Jurus Andalan Cewek

Kata-kata yang diucapkan cewek, biasanya punya arti ganda, tergantung konteksnya. Kebanyakan sih, makna sebenernya justru bakal bikin kita empot-empotan.

“Bonekanya lucu, deh!”

Dia nggak cuma menganggap boneka itu lucu, tapi juga pengen dibeliin. Nggak usah menjawab, “Boneka kamu kan udah banyak?” Yang penting iyain aja dulu, “Kapan-kapan kita beli, ya?” Terus berharap aja dia bakalan lupa sama tuh boneka.

“Nanti aku yang telpon.”

Dia sebenernya nggak mau ditelponin, karena entah lagi kelayapan sama temen-temen ceweknya atau lagi sama cowok lain. Dia pengen bikin kamu merasa aman bahwa dia bakalan telpon, padahal mungkin nggak.

“Aku lagi males, pengen di rumah aja.”

Ini tanda-tanda kalo dia justru pengen melakukan sesuatu yang lain, dan bukan bareng elo. Bisa jadi bareng temen-temen ceweknya, atau malah sama gebetan barunya. Jangan nekad pergi sendiri bareng temen-temen ngeband lo, mending temenin aja dia di rumah.

“Aku nggak tau siapa yang mesti aku pilih.”

Kejadiannya kalo elo tau dia juga lagi jalan sama cowok lain. Pas ditanya, siapa yang dipilih, dia bilang nggak tau. Padahal kalimat itu jelas maksudnya: dia sebenernya memilih cowok lain itu, tapi nggak mau terkesan bersalah.

“Aku udah capek.”

Capek dalam hal ini artinya bukan cuma capek habis olahraga, tapi capek dengan hubungan elo berdua. Dengan kata lain, dia sebenernya udah pengen putus tapi nggak mau nyakitin elo. (*)

okykrismadi.co.cc
Read More ->>

Minggu, 25 April 2010

Primary, Foreign, Alternate Key (Oracle)

Primary, Foreign, Alternate Key (Oracle)
Oleh oracle1st
Key dalam Bahasa Indonesia berarti kunci, maka semakna dengan itu fungsi dari key-key yang berada pada sebuah database. Artinya setiap pintu pasti mempunyai kunci khusus untuk membukanya, begitu pula tabel dalam database. Key-key inilah yang membantu dalam pengolahan data pada sebuah tabel (insert, update, delete).
Secara global key-key dalam Oracle dapat dibagi sebagai berikut :

Primary Key : Key yang mengindentifikasikan bahwa setiap record pasti unique. Dalam sebuah tabel hanya diperbolehkan satu primary key, tidak lebih. Misalnya adalah tabel MURID, tidak ada murid yang memiliki NIS (Nomor Induk Siswa) yang sama dalam keadaan real, kemudian diimplementasikan dalam bentuk tabel dengan diberikan primary key pada kolom NIS.

Foreign Key : Key yang dihasilkan dari primary key dari tabel lain sebagai bentuk referensi dari tabel lain tersebut. Misalnya adalah tabel BELAJAR, dalam proses pembelajaran dibutuhkan kelas, guru dan apa yang dipelajari alias mata pelajaran, maka diimplementasikan dalam sebuah tabel bahwa dalam tabel BELAJAR terdapat foreign key (key asing) dari tabel KELAS, GURU dan MATA_PELAJARAN. Dari definisi key ini kita dapat mengetahui istilah MASTER-DETAIL.

Alternate Key (Unique Key) : Key ini sebenarnya hampir sama dengan fungsi primary key yaitu berjenis unique key. Maksudnya adalah mungkin saja primary key yang kita buat pada suatu tabel adalah merupakan autonumber (angka yang bertambah terus-menerus ketika proses insert data, sehingga tidak dimungkinkan terdapat nilai yang sama), dikarenakan tidak diperbolehkan ada dua primary key maka dapat dibantu oleh alternate key ini sebagai penanda unique-nya sebuah record dengan record lain. Dalam sebuah tabel diperbolehkan lebih dari satu alternate key.

Non Unique Key : Key yang bisa lebih dari satu dalam sebuah tabel dan tidak mendefinisikan unique antar record di dalam table tersabut. Key ini biasa digunakan untuk membantu proses pencarian (select) data pada sebuah kolom yang sering digunakan untuk proses tersebut.
Setelah mengetahui definisi “mudah” dari setiap key maka ada beberapa tips yang harus diperhatikan dalam pemberian key pada kolom-kolom dalam sebuah tabel :

1. Pastikan sebuah tabel mempunyai primary key.
2. Pastikan primary key tersebut mewakili unique-nya sebuah record.
3. Ada baiknya menjadikan satu kolom saja untuk sebuah primary key sebagai autonumber mewakili beberapa kolom yang merupakan unique-nya record. Mis : tabel BELAJAR mempunyai tiga kolom sebagai primary key, yaitu : NIG, Kode_MP, dan Kelas_ID, maka ketiga kolom tersebut dapat dijadikan alternate key, dan untuk primary key-nya dibuatkan satu kolom lagi, yaitu Belajar_ID. Ini akan mempermudah jika ada tabel yang mengambil primary key pada tabel BELAJAR sebagai foreign key tabel tersebut.
4. Jangan terlalu banyak dalam pembuatan alternate key, karena key ini akan memperlambat proses insert dan update pada tabel tersebut. Secara logika alternate key akan mengecek ke-unique-kan seluruh record dari setiap record baru yang di-insert atau perubahan data pada record. Bayangkan jika datanya cukup besar… dan banyak alternate key… !!
5. Pilihlah dengan baik alternate key karena alternate key akan mempermudah dan mempercepat proses select jika digunakan. Maksudnyanya adalah KOLOM-KOLOM dalam alternate key tersebut yang digunakan.
6. Gunakan Non-unique key untuk kolom yang sering digunakan dalam proses select.
7. Gunakan penamaan key-key tersebut dengan penamaan yang baik dan mudah diidentifikasikan, seperti BELAJAR_PK (primary key tabel BELAJAR), BELAJAR#GURU_FK (foreign key pada tabel BELAJAR dari tabel GURU), dan BELAJAR_AK (alternate key tabel BELAJAR)


Untuk cara pembuatan key-key tersebut dapat dilihat dari contoh berikut :


/*==============================================================*/
/* Table: BELAJAR */
/*==============================================================*/
create table BELAJAR (
NIG VARCHAR2(32) not null,
KODE_MP VARCHAR2(32) not null,
KELAS_ID VARCHAR2(32) not null,
HARI VARCHAR2(32) not null,
constraint PK_BELAJAR primary key (NIG, KODE_MP, KELAS_ID),
constraint BELAJAR#GURU_FK foreign key (NIG)
references GURU (NIG),
constraint BELAJAR#MATA_PELAJARAN_FK foreign key (KODE_MP)
references MATA_PELAJARAN (KODE_MP),
constraint BELAJAR#KELAS_FK foreign key (KELAS_ID)
references KELAS (KELAS_ID)
)
/


Atau bisa ditulis dengan :


/*==============================================================*/
/* Table: BELAJAR */
/*==============================================================*/
create table BELAJAR (
NIG VARCHAR2(32) not null,
KODE_MP VARCHAR2(32) not null,
KELAS_ID VARCHAR2(32) not null,
HARI VARCHAR2(32) not null);
ALTER TABLE BELAJAR
ADD constraint PK_BELAJAR primary key (NIG, KODE_MP, KELAS_ID);
ALTER TABLE BELAJAR
ADD constraint BELAJAR#GURU_FK foreign key (NIG)
references GURU (NIG);
ALTER TABLE BELAJAR
ADD constraint BELAJAR#MATA_PELAJARAN_FK foreign key (KODE_MP)
references MATA_PELAJARAN (KODE_MP);

sumber: oracle1st.wordpress.com/2009/06/13/
Read More ->>